Rela Antri 1 Jam Lebih demi Sate Taichan Senayan

Beberapa hari yang lalu saya sempat mengunjungi lokasi kuliner Sate Taichan di jalan Asia Afrika Senayan, Jakarta. Saat itu saya datang sekitar jam 10 malam. Belum sempat memarkirkan motor, saya sudah melihat puluhan orang antri membeli sate taichan. Benar-benar penuh, bahkan deretan mobil mewah juga terparkir disana. Sate Taichan Senayan memang sangat terkenal di Jakarta. Beberapa penjual sate taichan berjejer di sepanjang jalan tersebut, dan Sate Taichan Bang Ocit adalah salah satu yang terkenal.

[caption id="attachment_888" align="aligncenter" width="629"]Penjual sate taichan yang mudah ditemui di sepanjang Jalan Asia Afrika Senayan Penjual sate taichan yang mudah ditemui di sepanjang jalan Asia Afrika Senayan[/caption]

Untuk menemukan para penjual sate taichan ini sangat mudah, karena mereka berjualan di sepanjang jalan Asia Afrika Senayan, tanpa pembatas atau penanda. Bila ingin menemukan tempat Sate Bang Ocit, tinggal cari saja tempat yang paling ramai. Saking ramainya kadang para pembeli harus makan sambil berdiri karena kehabisan tempat duduk. Bagi yang membawa mobil, mereka akan membuka pintu depan atau pintu bagasi untuk sekedar duduk menikmati sate taichan.

[caption id="attachment_885" align="aligncenter" width="629"]Para pembeli sate taichan yang sedang menunggu pesanan Para pembeli sate taichan yang sedang menunggu pesanan[/caption]

[caption id="attachment_887" align="aligncenter" width="629"]Sate taichan yang dibakar tanpa bumbu kacang dan kecap Sate taichan yang dibakar tanpa bumbu kacang dan kecap[/caption]

Tidak ingin mendapat antrian terlalu belakang, saya segera memarkirkan motor di tempat yang sudah disediakan. Di sana saya langsung memilih penjual sate taichan yang tidak begitu ramai dan memesan beberapa tusuk. Sebenarnya ada kuliner lain di sepanjang jalan Asia Afrika Senayan, tapi sudah jauh-jauh kesana rasanya sayang bila hanya menyantap kuliner lain. Sate taichan ini berbeda dengan sate ayam pada umumnya yang berwarna kecoklatan. Meski sudah matang dibakar, daging sate  taichan berwarna putih. Hal ini karena sate taichan tidak menggunakan bumbu kacang dan kecap.

Meski antrian tidak begitu banyak, pesanan saya akhirnya tiba setelah satu jam lebih menunggu. Antrian boleh tidak seberapa, tapi siapa yang tahu mereka memesan berapa porsi tiap orangnya. Belum lagi bila ada yang dibungkus. Tapi memang begitulah kuliner yang populer, selalu ramai dengan pembeli. Ketika sate sudah tersaji di hadapan saya, langsung saya santap tanpa menunda-nunda.

[caption id="attachment_886" align="aligncenter" width="629"]Tampilan sate taichan setelah dibakar Tampilan sate taichan setelah dibakar[/caption]

Sate taichan yang diberi perasan jeruk nipis, membuat rasanya gurih dan asam segar. Pedasnya pun lebih berasa cabai rawit. Berbeda dengan sate pada umumnya yang kental rasa saus kacang yang dipadu dengan manisnya kecap. Sedangkan dari tekstur daging, sate taichan memiliki daging yang lebih lembut daripada sate ayam yang lain.

Bagi Anda yang ingin menikmati sate taichan di jalan Asia Afrika Senayan, Jakarta, saya sarankan jangan datang terlalu malam. Selain supaya tidak mengantri, Anda bisa menikmati suasana malam Jakarta lebih lama.

Salam kuliner!

Comments

  1. bumbunya kayak bukan bumbu kacang ya, kaya sate padang ?

    ReplyDelete
  2. Gustyanita pratiwiJuly 24, 2016 at 2:42 AM

    Kulit ayamnya menggiurkan
    Sate senayan emang enakkkk
    Tapi emang sih klo nyari tempat makan itu rekomennya yang rame

    ReplyDelete
  3. Makan sate memang paling pas kalau malam-malam ya.
    Tapi antrinya lumayan lama juga...

    ReplyDelete

Post a Comment