Bersiap Menuju Era Live Streaming di 2015

Perkembangan teknologi internet nirkabel yang semakin maju membuat banyak orang di seluruh dunia dapat menikmati akses internet yang semakin kencang. Dan hal ini memunculkan tren baru di masyarakat dalam memanfaatkan internet, yaitu mengakses layanan live streaming video. Tren inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh para inovator untuk menciptakan media sosial model baru berbasis layanan live streaming video, dimana para pengguna dapat menyiarkan video langsung ke internet dan dapat ditonton secara live oleh semua orang.

Pada Maret 2015 aplikasi video streaming Meerkat meluncur ke publik, sebuah aplikasi yang memungkinkan siapa pun yang memiliki smartphone dapat menyiarkan video langsung ke internet. Beberapa hari kemudian Twitter meluncurkan pesaing untuk video streaming, Periscope. Aplikasi video streaming yang juga dapat menyiarkan video langsung dari kamera ponsel atau tablet, kemudian berbagi link video melalui twitter sehingga semua orang dapat melihatnya secara live.

[caption id="attachment_533" align="aligncenter" width="429"]Tampilan Live Streaming Periscope (Sumber: Screenshot Periscope Ray Mizzi) Tampilan Live Streaming Periscope (Sumber: Screenshot Periscope Ray Mizzi)[/caption]

Meerkat yang lebih dulu terjun ke pasar dengan cepat memperoleh perhatian media massa untuk meliput fenomena Meerkat, misalnya media arus utama CNN. Bahkan program televisi American Idol juga sempat menggunakan Meerkat dalam sebuah kesempatan untuk menyiarkan pesta di belakang layar.

[caption id="attachment_523" align="aligncenter" width="783"]Tampilan Live Streaming Meerkat (Sumber: screenshot) Tampilan Live Streaming Meerkat (Sumber: screenshot)[/caption]

Periscope juga tidak ketinggalan dalam menampilkan dirinya sebagai aplikasi video streaming yang populer dengan memposting grafik pertumbuhan pengguna pada blog resminya di Medium. Dalam grafik tersebut Periscope memperoleh 2 juta orang penonton setiap harinya. Grafik tersebut terus menanjak sejak Periscope aktif beroperasi pada 26 Maret 2015.

[caption id="attachment_530" align="aligncenter" width="1348"]Grafik Pengguna Periscope dalam Sehari (Sumber: www.medium.com) Grafik Pengguna Periscope dalam Sehari (Sumber: www.medium.com)[/caption]

Meerkat dan Periscope dapat sangat populer karena tren industri saat ini yang sudah bergeser dari fisik ke digital, selain itu pertambahan kecepatan internet dari waktu ke waktu juga semakin diperbaiki, misalnya jaringan internet 4G LTE yang memiliki kecepatan ratusan Mbps semakin meluas penggunaannya di seluruh dunia. Indonesia sendiri sudah memasuki peresmian jaringan 4G tahap kedua pada Mei 2015 dengan penataan frekuensi 1800 MHz, dan tahun selanjutnya implementasi di 2.100 MHz dan 2.300 MHz. Artinya kecepatan internet di Indonesia akan meningkat secara bertahap.

Bentuk aplikasi video streaming seperti Meerkat dan Periscope juga menjadi terobosan baru dalam jurnalisme warga yang tidak sekedar menampilkan liputan dalam bentuk foto, gambar, atau video tak langsung. Berkat aplikasi video streaming di smartphone, kini semua orang bisa siaran tanpa biaya produksi yang mahal.

Video streaming juga menarik minat pemasar dimana-mana. Mereka bisa mendapatkan keuntungan dari kepopuleran Meerkat dan Periscope, misalnya pemasar bisnis travel dan pariwisata. Perusahaan travel selalu dapat menggunakan chanel video internet dengan baik, dimulai dari penggunaan hosting video populer seperti You Tube dan kemudian memanfaatkan aplikasi video pendek seperti Vine dan instagram untuk kampanye pemasaran. Dan ke depan bukan tidak mungkin mereka akan memanfaatkan layanan video streaming untuk memberikan pengalaman berwisata secara langsung melalui ponsel kepada target pasar mereka.

Di masa depan penggunaan aplikasi video streaming semacam ini akan semakin berkembang, sehingga tidak sebatas mempublikasi kegiatan sehari-hari melalui video oleh warga biasa, karena para pemasar, instansi pendidikan, dan berbagai perusahaan juga akan menggunakan aplikasi ini untuk kepentingannya.

Para pelaku marketing untuk sebuah produk makanan misalnya, mereka bisa menggunakan layanan video streaming untuk mendekatkan produk mereka dengan pelanggan dengan melakukan siaran langsung di perusahaan mereka dan berjalan-jalan di beberapa ruang produksi untuk mengenalkan bagaimana proses pembuatan produk makanan milik mereka, sehingga masyarakat dapat mengetahui langsung bagaimana mereka menjaga kualitas makanan.

Aplikasi video streaming juga membuka peluang baru untuk alat konferensi pers, media event, dan rencana pertemuan. Alat ini sangat berguna untuk mendukung aktifitas kehumasan, selain biaya produksi yang murah, publikasi yang dihasilkan pun tidak mengecewakan karena link rekaman video langsung bisa dibagikan ke berbagai media sosial. Namun yang perlu diwaspadai adalah tidak ada kesempatan kedua, tidak ada editing dan tidak ada kemungkinan untuk meninjau konten sebelum dilepaskan. Sehingga hal ini bisa menjadi bumerang bagi praktisi PR bila saat acara berlangsung ternyata ada hal yang tidak menyenangkan terekam secara tidak sengaja.

Apakah Meerkat, Periscope atau aplikasi video streaming lain akan menjadi Instagram berikutnya masih harus terus dipantau, karena penggunaan aplikasi ini masih merupakan fenomena baru. Namun yang pasti, inovasi dalam penggunaan aplikasi live streaming pada perangkat mobile dan integrasinya ke media sosial pada 2015 merupakan tonggak awal dimulainya era live streaming video.

Comments

  1. Iya, streaming lagi naik daun.. Di rumah pun bisa dipasang CCTV yang bisa dilihat dari jarak jauh via streaming.. Radio pun skerg menjamur di streaming....semua karena maraknya internet dan tehnologi ya mas....Eranya streaming

    ReplyDelete
  2. Wah, lama-lama nanti kuliah pakai periscope ya tren-nya

    ReplyDelete
  3. Periscope udah dipake dikantor, buat ngeliat rapat di daerah

    ReplyDelete
  4. Wah sudah dipakai ya ternyata, kantor apa namanya mas?

    ReplyDelete
  5. Kalau kuliah mungkin belum ya mas, soalnya tampilannya terbatas, beda dengan live streaming menggunakan desktop. Btw thanks sudah baca yak

    ReplyDelete
  6. Benar bu, maka dari itu perangkat teknologi kita juga harus berkembang, paling tidak sudah bisa mendukung jaringan 4G

    ReplyDelete

Post a Comment