5 Tips Menjadi Narasumber yang Baik di Radio

Selama dua setengah tahun menjadi penyiar radio, siaran talkshow adalah salah satu program favorit saya. Meski siaran talkshow saya tidak sesibuk penyiar ibu kota, saya sudah pernah melakukan talkshow dengan para public relations, instansi pemerintah dan swasta, rektor, dosen, hingga pengusaha.

Dalam kurun waktu tersebut saya juga telah mengalami trial dan error dengan setiap narasumber yang datang untuk talkshow radio. Untuk para profesional biasanya sudah menyiapkan materi hingga alat pendukung lain untuk siaran live, dan terkadang saya juga menemukan narasumber yang hanya sekedar diutus oleh atasan dan tidak mengerti poin-poin penting yang akan disampaikan saat talkshow di radio, atau bahkan tidak siap dengan peralatan yang ada.

Kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa pihak radio juga menilai narasumber yang datang. Bila narasumber dapat membuat kesan yang menyenangkan saat siaran, percayalah bahwa Anda bisa diundang kembali ke studio. Tapi bila menimbulkan kesan buruk, maka radio akan berpikir dua kali untuk menjalin kerjasama.

Perlu diketahui bahwa melakukan siaran dengan narasumber yang tidak siap juga akan mempengaruhi kualitas siaran. Meskipun sudah tugas penyiar lah untuk lihai dalam membawa suasana, namun tetap saja ada batasnya, misalnya mengatur sifat atau perilaku narasumber yang datang.

Nah untuk lebih jelasnya saya ingin berbagi 5 Tips Menjadi Narasumber yang Baik di Radio

Tepat Waktu. Bersiaplah 10 menit sebelum siaran dimulai. Dengan begitu, Anda akan memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan diri sebelum siaran. Dalam siaran, akan sangat canggung jika penyiar harus ngobrol atau mengarang cerita selama 5 menit pertama atau lebih untuk mengulur waktu bagi narasumber yang terlambat. Anda tidak dapat membuat kesan yang baik jika Anda tiba-tiba memasukkan acara permintaan maaf dan bergumam sambil terengah-engah.

Memiliki sambungan telepon yang baik. Bila Anda akan siaran melalui panggilan telepon, pastikan kualitas sambungan telepon Anda tanpa gangguan. Saya sangat merekomendasikan untuk menggunakan telepon kabel. Jangan gunakan ponsel, headset nirkabel atau telepon speaker yang dapat menimbulkan kualitas suara yang mengerikan.  Akan sangat bermasalah bila siaran melalui telepon tiba-tiba putus dan memakan waktu, karena slot iklan dan yang lainnya juga menunggu untuk disiarkan kembali.

Memiliki catatan satu halaman – Tulis poin-poin penting yang akan Anda sampaikan saat siaran di selembar kertas, sehingga Anda tidak melupakan sesuatu. Mengapa satu halaman? Karena pendengar dapat mendengar suara gemerisik kertas ketika Anda membolak-balik halaman untuk membaca informasi, dan suara itu dapat mengganggu pendengar lain. Selain itu tidak ada orang yang akan mendengarkan Anda bila terlalu lama dalam menyampaikan informasi yang terlalu banyak. Saat siaran radio beberapa detik sangat berharga untuk mempertahankan jumlah pendengar.

Manfaatkan Waktu – Ketika menjawab pertanyaan yang panjang usahakan untuk tidak berbicara lebih dari 3 menit. Hal ini berguna untuk penyiar dalam memimpin pembicaraan, mengembangkan kecepatan acara, dan menjaga trek. Jika Anda berbicara non-stop selama 5, 7, 10 menit pada satu pertanyaan, Anda akan kehabisan waktu dan acara tidak berlangsung dengan maksimal karena beberapa bagian penting akan dipotong supaya talkshow dapat selesai tepat waktu.

Jangan berisik- Ini adalah kejadian yang sering dialami oleh narasumber pemula, ketika siaran mereka membawa rekan kerja yang tidak bisa diam di studio. Di tengah wawancara rekan narasumber tersebut sering keluar masuk studio dan menutup pintu berulang kali dengan keras, berasa di dalam rumah sendiri. Mereka tidak tahu bahwa suara tersebut dapat masuk ke dalam mic dan mengganggu pendengar. Selain itu ada pula yang tidak berusaha untuk mematikan ponsel ketika siaran sedang berlangsung, ini penting, karena suara dering telepon dan radiasinya dapat menimbulkan suara gemretak di mic. (Lastboy Tahara S)

Comments