Menikmati Indahnya Matahari Terbit di Bukit Sikunir



Pagi itu Dieng sangat dingin. Sekitar pukul setengah 4 pagi saya dan teman-teman mempersiapkan diri untuk mengunjungi Bukit Sikunir, yang merupakan salah satu tempat terbaik di dunia untuk menyaksikan matahari terbit. Mendengar pernyataan itu saya semakin tidak sabar untuk menikmati matahari terbit di bukit Sikunir.

Selama perjalanan, saya dan teman-teman menerobos hawa dingin yang menggigit dengan sepeda motor. Saking dinginnya, teman saya tidak bisa lagi menggerakkan telapak tanggannya untuk memutar gas sepeda motor. “Tanganku terasa beku,” begitu ucapnya sambil mengerem sepeda motor. Sepertinya ia sudah tidak tahan untuk mengendarai lebih jauh lagi.

Akhirnya saya yang menggantikan dirinya untuk mengendarai sepeda motor. Perjalanan menuju Sikunir ternyata tidak mudah, semakin lama jalanan semakin sempit dan berbatu. Tapi untunglah, kami bisa melalui itu dengan selamat.

Setibanya di lokasi telaga cebongan kami memarkir kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan mendaki ke bukit Sikunir. Untuk mendaki paling tidak membutuhkan waktu sekitar 30 menit, tergantung kondisi fisik juga, karena berada di ketinggian 2.300 meter membuat udara semakin menipis dan menyulitkan kita untuk bernapas.

Setelah lelah mendaki akhirnya kami berhasil menuju puncak. Perlahan-lahan langit pagi buta yang awalnya gelap berubah warna menjadi merah jingga. Hingga akhirnya saya bisa melihat dan menikmati matahari terbit yang perlahan mengintip dari balik awan.

Kemudian langit mulai membentuk garis merah jingga dengan bola matahari pagi yang sangat indah. Mata saya hanya bisa terus memandanginya tanpa beralih ke yang lain, seolah-olah takut untuk segera kehilangan pemandangan yang luar biasa ini.

[caption id="attachment_69" align="aligncenter" width="629"] Garis Merah yang Indah di Bukit Sikunir[/caption]




[caption id="attachment_70" align="aligncenter" width="629"] Menikmati Matahari Terbit di Bukit Sikunir[/caption]




[caption id="attachment_71" align="aligncenter" width="629"] Kemilau Matahari Terbit di Bukit Sikunir[/caption]

Matahari perlahan mulai naik dan pori-pori kulit saya yang sebelumnya diterpa hawa dingin mulai terasa hangat. Saya langsung menengadahkan wajah ke langit, menikmati hangatnya matahari pagi menyapu wajahku.

Ketika matahari semakin tinggi, kabut pun mulai menipis. Hal ini membuat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang sedari tadi hanya berupa siluet mulai menampakkan keindahannya. Suguhan pemandangan ini kembali mengundang decak kagum wisatawan di sana. Sebab ketika cahaya mulai terang, detil gunung mulai terlihat dengan menampakkan sisi-sisinya yang serba hijau.

Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan, bahkan saya sangat ingin kembali lagi ke sana. Kalau bisa ingin mendaki gunung saja, memburu pesona matahari terbit dari puncak.


Comments